Recent Posts

Jumat, 29 November 2013

DISC (Part 2)


Sejarah DISC

Pada awal 1920an, seorang ahli psikologi flamboyan dari Amerika Serikat,William Moulton Marston, mengembangkan teori untuk menjelaskan respon emosional seseorang.  Sampai pada masa itu, pekerjaan sejenis ini umumnya terbatas pada orang-orang yang sakit secara mental atau perilaku kriminal, dan kali ini Marston bermaksud mengembangkan ide ini mencakup kepribadian orang-orang biasa atau normal.
Untuk menguji teorinya, Marston membutuhkan berbagai cara mengukur kepribadian yang ia coba ungkap.  Penelitiannya dilakukan dengan cara mengukur empat faktor penting, yaitu Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance, yang kemudian dikenal sebagai DISC.
Pada 1926, Marston menerbitkan penemuannya dalam sebuah buku terkenal yang berjudul The Emotions of Normal People, yang juga berisikan sebuah deskripsi singkat tentang berbagai pengujian dan percobaan yang telah dikembangkannya.

Rabu, 27 November 2013

DISC


4 Model Kepribadian DISC 

D
(Dominant)


Cenderung sebagai orang yang cepat dalam mengambil keputusan namun kadangkala keputusannya kurang didukung oleh data-data yang memadai, hal ini terjadi karena dia kurang memperhatikan hal-hal yang bersifat detil, dan kurang bisa bersifat sabar. Orang Tipe ini memiliki EGO yang sangat tinggi dan selalu ingin tampil di depan.

Rekomendasi :
Cocok sebagai Pemimpin, Leader, Manager, Tipe ini hanya dimiliki oleh 3% manusia di Dunia.

Kamis, 21 November 2013

Perilaku Organisasi


Pengertian Perilaku Organisasi

Perilaku adalah sebuah tindakan yang konkret yang ada pada diri manusia berupa sebuah tanggapan dan reaksi dari manusia tersebut yang berbentuk atau yang terwujud dari individu berupa suatu sikap dari anggota badan ataupun berupa ucapan secara spontan tanpa direncanakan atau dipikirkan dan tanpa paksaan. Sedangkan organisasi adalah suatu wadah yang didalamnya terdapat dua atau lebih individu yang berinteraksi satu samalain mempunyai konsep yang sama, pemikiran yang sama karena mempunyai tujuan yang sama pula.

Dari Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku organisasi adalah suatu studi yang mempelajari tingkah laku manusia dimulai dari tingkah laku secara individu, kelompok dan tingkah laku ketika berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap kegiatan organisasi dimana mereka melakukan atau bergabung dalam organisasi tersebut.

Senin, 04 November 2013

Bahaya IMUNISASI



Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan kepada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti bodi untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Imunisasi juga merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Kita mendengar hal ini dari dokter, koran, radio, brosur di klinik, atau teman-teman kita. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meneliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter? Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat islam. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti bodi tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar.” Benarkah?

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan "sesuatu" ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten.
Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. Intinya kalau memang imunisasi betul betul diperlukan, mengapa tidak memasukkan ribuan jenis virus tadi yang telah dilemahkan ? Dalam logika Islam, mencegah penyakit adalah bukan dengan cara memasukkan setiap varian virus baru yang dilemahkan, tapi dengan cara meningkatkan kemampuan alami tubuh untuk membuat antibodi.