Sejarah DISC
Pada
awal 1920an, seorang ahli psikologi flamboyan dari Amerika Serikat,William
Moulton Marston, mengembangkan teori untuk menjelaskan respon emosional
seseorang. Sampai pada masa itu, pekerjaan sejenis ini umumnya terbatas
pada orang-orang yang sakit secara mental atau perilaku kriminal, dan kali ini
Marston bermaksud mengembangkan ide ini mencakup kepribadian orang-orang biasa
atau normal.
Untuk
menguji teorinya, Marston membutuhkan berbagai cara mengukur kepribadian yang
ia coba ungkap. Penelitiannya dilakukan dengan cara mengukur empat faktor
penting, yaitu Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance,
yang kemudian dikenal sebagai DISC.
Pada
1926, Marston menerbitkan penemuannya dalam sebuah buku terkenal yang berjudul The
Emotions of Normal People, yang juga berisikan sebuah deskripsi singkat
tentang berbagai pengujian dan percobaan yang telah dikembangkannya.



