Pengertian Perilaku
Organisasi
Perilaku adalah sebuah tindakan
yang konkret yang ada pada diri manusia berupa sebuah tanggapan dan reaksi dari
manusia tersebut yang berbentuk atau yang terwujud dari individu berupa suatu
sikap dari anggota badan ataupun berupa ucapan secara spontan tanpa
direncanakan atau dipikirkan dan tanpa paksaan. Sedangkan organisasi adalah
suatu wadah yang didalamnya terdapat dua atau lebih individu yang berinteraksi
satu samalain mempunyai konsep yang sama, pemikiran yang sama karena mempunyai
tujuan yang sama pula.
Dari Pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa perilaku organisasi adalah suatu studi yang mempelajari
tingkah laku manusia dimulai dari tingkah laku secara individu, kelompok dan
tingkah laku ketika berorganisasi, serta pengaruh perilaku individu terhadap
kegiatan organisasi dimana mereka melakukan atau bergabung dalam organisasi
tersebut.
Tujuan dari perilaku organisasi
ini adalah mengetahui pengaruh perilaku manusia baik secara individu, kelompok
atau organisasi terhadap tujuan organisasi secara umum.
Sedangkan menurut Miftah Toha, 1989:21, mengemukakan bahwa perilaku organisasi ialah studi yang menyangkut aspek-aspek perilaku manusia dalam suatu organisasi atau kelompok tertentu. Mengenal lebih jauh tentang perilaku organisasi, berarti kita mencoba untuk membuktikan adanya perubahan-perubahan ilmu organisasidan manajemen dewasa ini. Orientasi mendasar tentang perilaku manusia makin dirasakan urgensi bagi setiap manajemen ditingkat teoritis maupun dengan tujuan praktisuntuk mendeterminasi bagaimana perilaku manusia itu mempengaruhi usaha-usaha pencapaian tujuan organisasi. (dalam buku Pengembangan Masyarakat Islam, Machendrawaty, Nanih, 2001:91).
Sedangkan menurut Miftah Toha, 1989:21, mengemukakan bahwa perilaku organisasi ialah studi yang menyangkut aspek-aspek perilaku manusia dalam suatu organisasi atau kelompok tertentu. Mengenal lebih jauh tentang perilaku organisasi, berarti kita mencoba untuk membuktikan adanya perubahan-perubahan ilmu organisasidan manajemen dewasa ini. Orientasi mendasar tentang perilaku manusia makin dirasakan urgensi bagi setiap manajemen ditingkat teoritis maupun dengan tujuan praktisuntuk mendeterminasi bagaimana perilaku manusia itu mempengaruhi usaha-usaha pencapaian tujuan organisasi. (dalam buku Pengembangan Masyarakat Islam, Machendrawaty, Nanih, 2001:91).
1. DIMENSI-DIMENSI POKOK PEMBAHASAN
TEORI ORGANISASI
Teori-teori Organisasi
Menurut teori organisasi klasik, rasionalitas, efisiensi, dan keuntungan
ekonomis adalah merupakan tujuan utama seseorang dalam berorganisasi, teori ini
juga mengatakan bahwa manusia atau individu itu berpikir dengan rasional dan
memiliki pandangan bahwa produktivitas kerja akan meningkat dan mendapatkan
hasil yang baik serta dapat menguntungkan organisasi dengan kata lain
organisasi tersebut mengalami perubahan kepada peningkatan kualitas jika upah
yang diterima oleh setiap individu atau timbal balik untuk individu itu
dinaikkan dan menguntungkan satu sama lain
“Henry Fayol mengembangkan teori
yang memusatkan perhatiannya pada pemecahan masalah-masalah fungsional kegiatan
administrasi. Fayol mengajukan konsep Planning, organizing, command,
coordination, dan control yang menjadi landasan bagi fungsi dasar manajemen.
Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip yang sangat fleksibel yang
digunakan sebagai dasar bagi manajer dalam mengelola organisasi. Keempat belas
prinsip itu adalah pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin,
kesatuan perintah, kesatuan arah, mengutamakan kepentingan umum, pemberian
upah, sentralisasi, rantai perintah, ketertiban, keadilan, kestabilan masa
kerja, inisiatif, dan semangat korps.
Max Weber dengan konsep birokrasi
idealnya menekankan pada konsep otoritas dan kekuasaan yang sah untuk melakukan
kontrol kepada pihak lain yang berada di bawahnya sehingga organisasi akan
terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakefisienan.
Meskipun mendapat banyak kritik yang menganggap bahwa teori-teori klasik itu telah mengabaikan faktor humanistik, deterministik, dan tertutup, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa teori klasik merupakan peletak dasar dari teori-teori administrasi modern, hal ini terbukti dari keadaan individu yang berorganisasi dengan tujuan mendapatkan upah.
Terdapat tiga dimensi pokok dalam pembahasan teori organisasi, yaitu:
Meskipun mendapat banyak kritik yang menganggap bahwa teori-teori klasik itu telah mengabaikan faktor humanistik, deterministik, dan tertutup, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa teori klasik merupakan peletak dasar dari teori-teori administrasi modern, hal ini terbukti dari keadaan individu yang berorganisasi dengan tujuan mendapatkan upah.
Terdapat tiga dimensi pokok dalam pembahasan teori organisasi, yaitu:
a.Dimensi teknis, dimensi teknis
yaitu dimensi yang menekankan pada kecakapan atau kemampuan seseorang yang
dibutuhkan untuk menggerakkan organisasi, otomatis yang diperlukan disini
adalah sumber daya yang memiliki keterampilan-kepterampilan dalam mengelola
sebuah organisasi. Dimensi ini berisi keahlian-keahlian birokrat atau manajer
dibidang teknis atau orang yang ahli dan mempunyai kemampuan yang diperlukan
untuk menggerakkan organisasi, misalnya keahlian dalam mengoperasikan komputer,
memahami konsep pemasaran serta mampu dalam penyalurannya, dan lain-lain.
b.Dimensi konsep, yaitu sebuah
rancangan khusus yang dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan sebuah
oragnisasi, artinya setiap gerak atau kegiatan yang akan dilaksanakan tetap
mengacu pada pedoman yang telah dibuat oleh seluruh atau sebagian anggota
organisasi yang mempunyai wewenang.
Selain itu juga, dimensi konsep ini merupakan motor penggerak dari dimensi pertama dan amat erat hubungannya dengan dimensi ketiga yakni dimensi manusia.
Dimensi konsep memiliki pengaruh besar terhadap dimensi pertama dan ketiga. Karena jika hanya mengandalkan keahlian saja tanpa sebuah pegangan yang berupa konsep, maka situasi dalam sebuah organisasi itu tidak berjalan lagi dengan baik, apalagi pengaruh dari dimensi ini pada dimensi terakhir, yaitu dimensi yang ketiga akan menyebabkan lumpuhnya suatu organisasi karena dimensi ketiga tidak emiliki dimensi konsep atau teknis untuk menjalankan organisasi tersebut.
Selain itu juga, dimensi konsep ini merupakan motor penggerak dari dimensi pertama dan amat erat hubungannya dengan dimensi ketiga yakni dimensi manusia.
Dimensi konsep memiliki pengaruh besar terhadap dimensi pertama dan ketiga. Karena jika hanya mengandalkan keahlian saja tanpa sebuah pegangan yang berupa konsep, maka situasi dalam sebuah organisasi itu tidak berjalan lagi dengan baik, apalagi pengaruh dari dimensi ini pada dimensi terakhir, yaitu dimensi yang ketiga akan menyebabkan lumpuhnya suatu organisasi karena dimensi ketiga tidak emiliki dimensi konsep atau teknis untuk menjalankan organisasi tersebut.
c.Dimensi manusia, adalah dimensi yang paling utama dalam sebuah organisasi
karena tanpa adanya dimensi manusia otomatis suatu organisasi tidak akan pernah
ada karena tidak ada yang membuat organisasi dalam arti membentuk sebuah
organisasi dan tidak ada penggerak yang melakukan suatu kegiatan oragnisasi
tersebut. Sehingga dapat dikatakan kalau dimensi manusia merupakan dimensi yang
komplek dalam sebuah organisasi. Namun, tetap saja dimensi manusia tidak akan
berpungsi secara utuh jika dimensi teknis dan konsep tidak ada.
2. KERANGKA DASAR KONSEP PERILAKU
ORGANISASI
Kerangka dasar pada perilaku organisasi adalah
terletak pada dua komponen yaitu individu-individu yang berperilaku, baik itu
perilaku secara individu, perilaku kelompok, dan perilaku organisasi.
Komponen yang kedua adalah organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu. Yaitu sebagai sarana bagi ndividu dalam bermasyarakat ditandai dengan keterlibatannya pada suatu organisasi. Dan, menjalankan perannya dalam organisasi tersebut.
Komponen yang kedua adalah organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu. Yaitu sebagai sarana bagi ndividu dalam bermasyarakat ditandai dengan keterlibatannya pada suatu organisasi. Dan, menjalankan perannya dalam organisasi tersebut.
3. PERBEDAAN PERILAKU ORGANISASI
DENGAN ILMU PERILAKU LAINNYA
Perilaku organisasi (PO) adalah ilmu terapan,
sehingga ilmu perilaku organisasi tidak terlepas dari pengaruh ilmu perilaku
sehingga berkontribusi dengan beberapa ilmu perilaku lain, diantaranya:
Perbedaan antara PO dengan Psikologi Industri atau organisasi, yaitu PO
mempelajari perilaku manusia dengan tidak diawali pada psikologi manusia yaitu
dengan menggunakan multidisiplin, sedangkan psikologi industri mempelajari
perilaku manusia dengan diawali dari psikologi manusia itu sendiri. Namun,
keduanya sama-sama mempelajari perilaku manusia.
Perbedaan antara PO dengan psikologi dengan dengan teori organisasi terletak
pada dua perbedaan diantaranya, yaitu analisis PO terpusat pada variabel tak
terbatas. PO mempelajari tingkah laku individu dan kelompok didalam suatu
organisasidan penerapan dari lmu pengetahuan tertentu. Teori organisasi adalah
studi tentang susunan, proses, dan hasil organisasi itu sendiri.
Perbedaan antara perilaku organisasi dengan personnel dan human resources
adalah bahwa perilaku organisasi lebih menekankan pada orientasi konsep,
berdasarkan teori, sedangkan personnel dan human resources menekankan pada
teknik dan teknologi. Variabel-variabel tak bebas, seperti misalnya tingkah
laku dan reaksi-reaksi yang efektif dalam organisasi, yaitu pada pengelolaan
sumber daya manusia itu sendiri agar berkualitas. Keduanya tetap mengacu pada
pengembangan dan kemajuan motivasi serta kualitas dari, individu, kelompok dan
organisasi agar terjadi perubahan yang signifikan.
Perilaku organisasi ialah studi
yang menyangkut aspek-aspek perilaku manusia dalam suatu organisasi atau
kelompok tertentu. Terdapat 3 dimensi dalam berorganisasi, yaitu dimensi teknis
(penggerak organisasi), dimensi konsep (rancangan organisasi) dan manusia
(unsur utama dalam organisasi), ketiganya adalah faktor utama yang harus
dipenuhi dalam berorganisasi. Sedangkan kerangka organisasi adalah pada
individu-individu dan kelompok.
Perbedaan perilaku organisasi dengan ilmu perilaku lainnya adalah bahwa
perilaku organisasi adalah ilmu terapan yang tidak terlepas dari pengaruh ilmu
perilaku sehingga berkontribusi dengan beberapa ilmu perilaku lain, sedangkan
ilmu perilaku lain dapat bersifat independent.
Perilaku organisasi dalam kehidupan kita perlu dipahami dan dipelajari agar dapat mengendalikan jalannya suatu organisasi karena tujuan dari adanya perilaku organisasi adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku manusia baik secara individu, kelompok atau organisasi terhadap tujuan organisasi secara umum, hal ini dikarenakan dengan adanya perilaku organisasi dapat menyamakan satu tujuan agar dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.
Perilaku organisasi dalam kehidupan kita perlu dipahami dan dipelajari agar dapat mengendalikan jalannya suatu organisasi karena tujuan dari adanya perilaku organisasi adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku manusia baik secara individu, kelompok atau organisasi terhadap tujuan organisasi secara umum, hal ini dikarenakan dengan adanya perilaku organisasi dapat menyamakan satu tujuan agar dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

0 komentar:
Posting Komentar